Belajar Peternakan Ayam Yang Dijamin Membawa Keuntungan Besar

Menurut penelitian, karyawan yang memiliki hobi dapat menghindari stres. Ketika Ferry Hidayat melakukannya, dia memilih untuk mengangkat ayam untuk mengisi ketika dia menghabiskan akhir pekan. Jika Anda senang melakukan bisnis, jangan menunda, itu harus dengan modal putus asa, “Itu lebih tidak memiliki ekspresi satu teman feri, julukan hanya menjaga ayam biasa, pria yang telah diberkati dengan tiga anak dikenal sebagai Petani ayam yang memadai berhasil berhasil. Keberhasilannya dicapai dengan lampiran modal dan cinta untuk ayam.

Bunga awal pada bisnis ayam dimulai ketika ia ditugaskan ke KPKNL Pangkalpinang melawan 2012. Pada saat itu, Ferry datang ke taman seorang teman yang ditanam dengan berbagai buah. Organisasi kondisi kebun disempurnakan dalam suara gurgling sungai kecil yang menyebabkan feri mengingat usia kecil. Seperti kebanyakan anak kecil pada pertengahan 1980-an, feri era kecil dihabiskan mencari ikan di sungai dan membuat ayam. Jadi, ketika dia mendengar sebidang tanah dijual bersama dengan kandang ayamnya di Pangkalpinang, feri tidak berpikir panjang. Dia mengguncang tanah berikut dengan harga murah yang murah.

Belajar Peternakan Ayam Yang Dijamin Membawa Keuntungan Besar

Langkah pertama dilakukan dengan feri untuk memulai upaya untuk menaikkan ayam, hari perbelanjaan cewek atau dokumen (satu hari anak ayam tua). Tanpa menunggu lama, feri langsung berbelanja untuk 1000 Doc bersama dengan peralatan penggalangan lainnya. “Saya sering mendengar, jika bisnis harus eksekusi langsung, jangan terlalu banyak berpikir,” kata pria itu lahir di Jakarta sambil tertawa. Ferry memulai upayanya bersenjata dengan cinta untuk ayam. Dia banyak penelitian tentang cara merawat ayam, merasa dipelihara untuk memberi makan, dari buku dan teman.

Belajar Peternakan Ayam Yang Dijamin Membawa Keuntungan Besar

Dengan mempekerjakan satu asisten, Ferry juga menikmati hobinya barunya. Dia selalu menghabiskan akhir pekan dengan merawat ayam. Setelah usia yang memadai, ayam broiler berikut dijual ke kolektor. “Saya belum bisa menjual ayam langsung ke pedagang pasar tradisional. Mereka harus membutuhkan ratusan persediaan ayam setiap hari,” katanya. Keberhasilan feri untuk menjalani bisnis ini tidak dapat dipisahkan dari administrasi penuh keluarga. “Istri itu terlalu penuh, tetapi anak-anak puas protes dengan bau kotoran ayam yang terlalu menyengat,” kata ayah Oryza Febrizard Hidayat, Rahma Camelia Jasmine, dan Muhammad Keynes Hidayat.

Belajar Peternakan Ayam Yang Dijamin Membawa Keuntungan Besar

Dua tahun bertugas di Pangkalpinang, Ferry menerima penempatan baru di Serpong KPKnl. Sebagai pegawai negeri sipil, pasti ia harus siap melayani semua lokasi di Indonesia. Tetapi kepindahannya ke Serpong membawa sedikit kesedihan karena dia harus berpisah dengan ribuan ayam yang telah dibesarkan. Dengan membawa seluruh keluarga, Ferry kembali di Jakarta, area kelahirannya. Beberapa saat setelah itu, ia menjual taman di Pangkalpinang, setelah berbelanja sebidang taman dan rumah di Cioma, Bogor. Di situlah feri memulai kehidupan baru sebagai orang Bogor. Nah itu belajar untuk mengangkat ayam yang dijamin membawa keuntungan besar.